Friday, September 27, 2013

Kecap Apa Yang No Satu ?..^_^


Kecap apa hayo..yang no satu teman2?..Jawabannya..pasti semua merk kecap ya..hihi..lha itu..kadang2 kita baca di setiap kemasan kecap..ada tulisan no 1 kan..terutama sich untuk kecap2 lokal ya..yang terkenal di setiap daerah masing2. Yapp..selain kecap merk brand ternama yang iklannya banyak wara wiri di media massa..ada beberapa daerah yang malah tetep setia dengan kecap merk lokal. Salah satunya di Jawa Tengah..ada beberapa merk kecap lokal yang cukup ternama dan melekat di hati masyarakat. 

Kecap..memang tidak bisa lepas dari keseharian masyarakat kita ya. Banyak merk kecap..baik nasional..brand2 terkenal ataupun kecap lokal semua punya penggemar sendiri2. Di beberapa daerah..bahkan popularitas kecap lokal..lebih menonjol daripada kecap2 merk nasional. Kecap2 lokal itu bahkan tidak perlu menghabiskan biaya promosi sepeserpun..karena tanpa iklanpun..sudah begitu di kenal. Di antaranya..kecap lokal dari Jawa Tengah. Dalam keseharian masyarakat Jawa Tengah, banyak kecap yang cukup terkenal antara lain..kecap Mirama..dari Semarang..kecap ini termasuk kecap asli lokal dari Semarang dan pemasarannya pun terbatas ya..rasanya enak..selain manis..ada rasa gurih rempah2nya.

Selain Mirama, kecap favorit masyarakat Semarang lain..adalah kecap Lele dari Pati..dan mungkin nggak cuma di Semarang ya..di daerah Pantura..kecap ini sangat di sukai. Rasanya enak..manis dan gurih khas..karena ada tambahan bumbu rempah2nya. Buat makan mie instan aja..jadi enak mienya..nggak eneg bau pabrik..hihi.Kecapnya juga kental..dan jika di tambahkan ke masakan..citarasanya jadi lebih menonjol..misal seperti nasi goreng..mie goreng..pakai kecap lele ini..wah mantap dech. Makanya banyak pedagang kaki lima..warung2 soto dll..yang memakai kecap  lele ini. Selain kecap  lele..ada juga kecap  Gentong..yang ini favorit suamiku..ada rasa amis2..mungkin di tambahin ikan kali ya, pokoknya beda aja dari kecap biasa..tapi aku kurang suka sama kecap gentong ini..terlalu gurih dan aromanya mengalahkan rasa asli masakan soalnya..jika buat masakan. Kalau makan di luar..di sekitar Semarang..lidahku langsung bisa mengenali dech..jika masakannya memakai kecap gentong ini..karena memang sangat menonjol aroma dan rasanya. Selain itu ada kecap THG juga..yang berasal dari Kudus..yang ini..kecap jodohnya Soto Kudus..memang enak sich kalau buat makan soto..tapi kalau buat masakan..agak terlalu manis rasanya jadinya. Jadi..kalau pilihanku..kecap no satu adalah..kecap Lele..plok..plok..plok..tepuk tangan untuk kecap Lele..*lebay*. Kecap lele ini juga sangat mudah di temui..di warung2 ataupun di pasar tradisional di Semarang..tapi di kemas dalam plastik yang praktis..bukan botol. Sering aku jadikan kecap lele ini oleh2..buat saudara atau teman..dan semua memang bilang kecap ini enak dan berbeda rasanya.

Jadi..kecap apa yang no satu menurut teman?..Adakah kecap2 lokal yang enak di daerah teman2 juga?..Yuk silahkan dii share di sini..nanti kalau aku main ke daerah teman2 tak beli dech kecap apa yang enak di situ..buat perbandingan..soalnya..daku emang penggemar kecap lokal. Menurutku kecap lokal itu lebih enak aja..karena bener2 terasa mantab rasanya..bukan cuma manis..tapi benar2 pembuatannya secara rumahan, tidak massal..karena kecap memang memakan waktu yang lama proses fermentasi dan pembuatannya.

Buat yang susah nyari kecap manis..misal teman2 yang tinggal di luar negeri..mau buat sendiri..ini..ada lho cara buatnya kalau telaten tapi..hihi..aku tuliskan di sini ya..seijin sumbernya tentu saja ..selamat mencoba. jadi tau kan..di lihat dari prosesnya kecap2 tradisional itu memakan waktu yang cukup lama..tidak heran..jika rasanya jadi memang enak dan berbeda.

Cara Membuat Kecap Manis Secara Tradisional

Bahan :
1 kg kedelai putih atau hitam
3 gr ragi tempe
3 lbr daun salam
2 btg serai
3 Daun jeruk 1 lembar
4 cm lengkuas
1 sdt pokak
6 kg gula merah
1 ½ lt air untuk melarutkan gula merah
800 gr garam untuk 4 liter air

Cara Membuat :

  • Cuci kedelai dan rendam dalam 3 liter air selama satu malam. Kemudian rebus sampai kulit kedelai menjadi lunak. Tiriskan, dinginkan di tampah.
  • Beri ragi tempe pada kedelai yang didinginkan. Aduk hingga rata dan simpan pada suhu ruang (25-30 ° Celcius) selama 3-5 hari.
  • Setelah kedelai ditumbuhi jamur yang berwarna putih merata, tambahkan larutan garam. Tempatkan dalam suatu wadah dan biarkan selama 3-4 minggu pada suhu ruang. Batas maksimum proses penggaraman adalah dua bulan.
  • Segera tuangkan air bersih, masak hingga mendidih lalu saring.
  • Masukkan kembali hasil saringan, tambahkan gula merah dan bumbu-bumbu. Bumbu ini (kecuali daun salam, daun jeruk dan serai) digiling halus dulu dan campur hingga rata. Banyaknya pemakaian gula merah tergantung untuk kecap asin atau kecap manis (lihat: catatan).
  • Setelah semua bumbu dicampurkan ke dalam hasil saringan, masak sambil terus diaduk-aduk. Perebusan dihentikan apabila sudah mendidih dan tidak berbentuk buih lagi.
  • Setelah adonan tersebut masak, dinginkan dan saring dengan kain saring.
  • Kecap siap untuk dikemas.


  • Catatan :

  • Penambahan gula merah untuk kecap manis setiap 1 ltr hasil saringan membutuhkan 2 kg gula merah.
  • Penambahan gula merah untuk kecap asin setiap 1 ltr hasil saringan membutuhkan 2  ons gula merah.
  • Pemberian ragi harus sesuai jumlahnya dengan banyaknya kedelai, agar tidak menimbulkan kegagalan jamur yang tumbuh.
  • Setelah direbus dan ditiriskan, kedelai harus didinginkan dengan sempurna. Bila tidak ragi yang ditebarkan di atasnya akan mati.
  • Bahan baku untuk pembuatan kecap, selain dari kacang kedelai dapat juga dari biji kecipir, dengan proses pembuatan yang sama. ( sumber dari sini )

  • Ini dia kecap no satu menurutku..hihi..


    53 comments :

    1. kecap sawi mbak, dr kediri..
      Hehhehe..
      Tika

      ReplyDelete
      Replies
      1. Sipp Mba Tika..mksh infonya..di catet dulu ya..hihi..jika suatu saat ke ada kesempatan ke Kediri..aku tak beli..hihi..

        Delete
    2. Aku tau kecap Juwana.... soalnya ibu dulu sering banget cerita kalau kecap sekarang mah mahalnya doang tapi citarasa gak ada, mending kecap zaman mama kecil dulu, kecap Juwana

      ReplyDelete
      Replies
      1. Iya Mba Ave..itu yang dau merk ku cerita di atas..kecap Juwana atau Pati..dan sekitarnya..yang terkenal..kayaknya ya kecap Gentong dan Kecap Lele ini Mba..:)
        Memang enak lho Mba..beda sama kecap modern..yang manis doang ya..:)...udah pernah coba belum mba?

        Delete
    3. kecap riboet khas purwokerto mbak, menurut aku lebih enak dari kecap b**ng* murah meriah lagi sebotol cuma 12rb, kalo beli lagi bisa tukar botol hanya beli isinya aja...

      ReplyDelete
      Replies
      1. Wah..seru..bisa isi ulang gitu ya Mba Esti..Wah..nanti klu ke Semarang aku nitip ya Mba Esti..hihi..kecap riboetnya..*udah lama nggak ke Purwokerto..terakhir taun 2006 kayanya dech pas adik ipar nikah..^^

        Delete
      2. bereeeeess mbaaaaaaaakkk tapi kalo aku ada jadwal ke semarang ya hihihi...

        Delete
      3. Hihi..ya Mba..eh becanda tadi lho..tapi kalau beneran ya mauuuu..hahaha

        Delete
    4. Mbak Diah apa kabar..? Selamat ulang tahun yaa untuk mas Yodha.. Pintar dan sehat teruuss.. Maaf, mbak, aku br pulang dari Lombok.. heheee..
      Waahh... Aku jg masih bingung mba, dalam memilih kecap di meja makan dan didapur... Jadi beli bango dan abc ajaa.. Jadi aku campur aja gitu X_x Kecap Lele enak yaa mbak?

      ReplyDelete
      Replies
      1. Wah..Mba Finah..habis Honey Moon ya Mba..selamat juga ya Mba..semoga menjadi keluarga yang sakinah..amin..amin.^
        Enak Mba..kecap lele..sms gih alamatnya..ntar ku kirimi kecap lele..:)..biar Nyonya rumah tangga yang baru dan cantik ini semakin rajin masak..hihi.

        Delete
    5. Saya kecap Purwodadi mba, yang cap udang ^^
      Pokoe nomer satu tetep kecap tradisional. Malah yang label seda**pp kok ngga enak blass -.-!!

      ReplyDelete
      Replies
      1. Hihi..nggak sesuai namanya ya Mba Shinta..:)

        Oke..Kecap Cap Udang..besok tak carinya Mba..kalau ke Purwodadi..kan deket dari Semarang..udah lama suami ngajak jalan2 ke Purwodadi..makan Nasi Becek katanya..nasi apa itu Mba?..Tahu tidak Mba Shinta..hihi..

        Delete
      2. He he ikutan nimbrung ya Mbak-Mbak. Kalau di Nganjuk, nasi becek itu masakan khas Nganjuk. Nasi disiram kuah gulai kambing dan diberi beberapa tusuk sate kambing yang dilepas dari sunduk/tusuknya.

        Delete
      3. Lho..di Nganjuk juga ada nasi becek jg ya Mba Devy..hihi..coba tak tanya suamiku..kok ngajaknya ke Purwodadi..makan nasi becek yang terkenal gt katanya..hihi..mksh infonya mba..:)..

        Delete
    6. He he..., jadi ingat waktu baru menikah. Tiga hari setelah itu diboyong suami dari Bandung ke Nganjuk. Di Bandung terbiasa makan kecap nasional AB* atau Indof***. Berbelanja ke warung cari kecap dengan merk tersebut tidak ada. Adanya kecap Sawi, kecap lokal. Sampai sekarang saya enggak suka kecap lokal tersebut. Orang-orang sini suka dengan Kecap Sawi itu.

      Setelah ada Kecap Bang*, saya fanatik dengan Kecap itu karena kalau ditambahkan ke masakan, masakan tambah enak dan tidak tambah asin seperti kecap lainnya.

      Ingat waktu SD (1980-1986) ada kecap lokal Bandung yang memang enak. Dulu belum musim kecap nasional AB* atau Indo**** dikemas botol kaca.

      ReplyDelete
      Replies
      1. Hihi..wah seru ya Mba Devy..mungkin belum terbiasa ya..dengan kecap yang tradisional gurih..tapi memang selera kok ya..
        Kalau aku malah kebalikan dari Mba Devy ceritanya..dulu awal nikah ya pakai yang brand2 beken gt..tapi terus..setelah tinggal di Semarang..kok di mana2 ketemu kecap lele..setelah mencoba..eh...jadinya malah ketagihan mba..hihi...aku malah terasa hampa Mba..kalau masak memakai kecap2 merk nasional..hihi..ada yang kurang gt rasanya..bikin nasi goreng aja jadi beda gt..klu pakai kecap biasa..hihi..jadinya..nggak pernah beli kecap2 modern skrg..setelah ketemu kecap cap lele ( bukan kecap dari Lele lho..hihi)

        Delete
    7. kalo di Solo ada kecap Lombok Gandaria mbak. Dari aku kecil, ini kecap sudah eksis wong alm ibuku dulu kalo beli sebotol gede isi 600 ml. Dulu bisa ditukar botolnya dan kita tinggal beli isinya aja. Entah kalo sekarang. Kalo mudik aku sering beli yang kemasan isi ulang mbak. Aku beli yang ukuran besar 2-3 pack. Itu aja udah bikin tas agak berat, hihi....

      ReplyDelete
      Replies
      1. Wah..asyik..mau coba Mba Rina...di catet..:)..ntar kalau ke Solo..soalnya sekarang ke Solo semakin dekat..udah ada tol dari Semarang..ya.walaupun baru nyampe Salatiga..tapi lumayan mempercepat waktu kalau ke Solo dech..di Pasar Gede ada nggak Mba?..aku apa2 jujugan ke Pasar Gede..sekalian mkn Timlo Sastro dulu..hihi

        Delete
    8. insya Allah di Pasar Gede ada mbak. Aku kalo beli juga di pasar tradisional meski bukan di Pasar Gede. Met hunting deh kalo pas ke Solo....

      ReplyDelete
    9. Mba diah, ikut nimbrung yach..hehe..kalo aku kecap No.1 adalah....taraaaa..kecap THG...(aku kan asli kudus)..hehehe..waktu buat ikan bawal bakar & ikan lele bakar di kudus ( di rumah ortu ) kan pake kecap THG..suami seneng banget katanya enak...eh waktu aku buatin di Semarang krn ga ad stock kecap THG jd pake kecap nasional...kata suami rasanya enak sich tapi kok beda ma yg di kudus..hua..gubrak...:"(

      ReplyDelete
      Replies
      1. Hihi...wah..suami udah jatuh cinta pada suapan pertam tuch mba..ke kecapTHG..hihi..iya..katanya kalau orang Kudus fanatik sama THG ya Mba..sampai 2 kalau makan soto Kudus..klu kecapnya nggak THG nggak mantepp..aku sukanya kalau buat soto Kudus juga THG mba..aku beli 2 botol kmrn di Kudus..pdhl ya di rumah byk botolkecapmerklain..hihi..*koleksi kecap..*

        Eh..mba Siti kan asli Kudus..mau tanya dong mba..bumbu kacangnya lontong tahu telur gimbal Kudus itu pakai petis kayak tahu gimbal semarang nggak ya?..penasaran aku..kmrn mau nyicip di Kudus udah kekenyangan mkn Soto Bu Jatmi..aku browsing resep di google..belum ada yang posting kayaknya..lontong tahu telur khas Kudus ini..mksh ya mba..sebelumnya..:)

        Delete
      2. aku nyebutnya tahu kecap..hehe...bumbu kacangnya ga pake petis mba...biasa aja bawang, kencur,daun jeruk, garam, kacang, gula jawa, kecap...aku kenal petis aja di semarang mba..hehe...kalo petis disana itu petis kebo ( nyebutnya apa ya aku lupa) wkt kecil suka dibeliin petis dari pindang kebo..enak gurih..cukup pake nasi putih..lahap makannya..hehe..jd inget..pengen pulang minta ibu ahhhhhh....( maaf mba jd nglantur kemana2 )

        Delete
      3. Oh..kayak sambel kacang biasa ya Mba Siti berarti..woke..mksh tipsnya..nanti ku coba.

        Wah..petis kebo..dari daging kebo gt maksudnya..hihi..mudik kan ya deket tho Mba..Smrg Kudus..aku aja iseng bgt ke Kudus kmrn cuma makan Soto Bu ajtimi..beli kecap di toko oleh2 jenang itu..terus beli garang asem..hihi..habis itu pulang...:)

        Delete
    10. owalah, malah kelewatan postingan kecapnya mba... hehehe...
      kalo di daerahku (Cirebon) ada brang kecap lokal namanya "Sindang Sari" gambarnya ayam jago, ada 3 macam dibedakan dari warna gambar ayamnya, merah, biru dan ijo. masing2 ada kelebihannya, ada yang khusus untuk sate, untuk campuran masakan kuah dan yang satunya aku kurang faham... bisa tuker botol gitu mba... jadi kita tinggal bayar isinya ajah... ^^

      ReplyDelete
      Replies
      1. Wah..sipp...tak caet dulu ya Mba Lina..kpn2 klu main Cirebon tak cari kecap Sindang Sari..terus makan Empal Genthong..nasi apa itu yang terkenal..hihi..lupa..dan cari terasi..enak2 pasti ya Mba..terasi sana..secara kan penghasil udang rebon yach..*sambil ngayal..kapan ya..bisa sampai Cirebon lagi..dulu jaman kerja di Ekpor Furniture ya tidak asing dgn Ciirebon..ada supplier anyaman rotan di sana..:)..*

        Delete
      2. nasi lengko, nasi jamblang, nasi rames... hihihi...
        kalo main bilang2 ya mba, kali aja bisa meet and greet... hahay...

        Delete
      3. Haha..iya Mba..Kopdaran ya..tapi ya ndak tau kapan..hihi..lha skrg ibu RT yang baik nich..pergi keluar kota ya..klu ada acara aja..huhu..sedihnya ya..:D

        Delete
    11. Kecap manis ikan lele ini enak banget mbak. Sayang gak go nasional. Jadi mesti nitip2 temen kalo pas pulang kampung, hehe.

      ReplyDelete
      Replies
      1. Setuju banget Mba Ella..rasanya gurih..tapi nggak amis kayak yang lain ya..:)

        Delete
    12. tiap pulang ke rumah mertua, pasti di bawain kecap cap lele ini,, awalnya saya gak begitu suka, tpi makin lama malah jadi barang wajib di dapur

      ReplyDelete
      Replies
      1. Hihi...iya ya Mba..pertama emang terasa beda dengan kecap biasa..sama kayak aku nich..skrg klu masak nggak pake kecap lele..kayak ada yang kurang..jika masak yang berkecap2..gt..:)

        Delete
    13. mbak ane mau tanya ni, kalo pengen buat kecap cari pokak nya dimana ya? ada referensi gak?

      ReplyDelete
      Replies
      1. Dari yang pernah aku baca sich..Pokak itu campuran bahan2 terdiri dari beberapa rempah Mas..: campuran jahe, cengkeh,
        kayu manis, gula aren..jadi bisa bikin sdr kali ya..:)

        Delete
      2. komposisinya gimana ya mbak?berapa banding berapa?itu di extrak atau cuma dicampur/dihaluskan saja? makasih ya referensnya

        Delete
      3. Sayangnya aku belum pernah coba Mas..jadi di kira2 aja kali yach..:)..itu dari yang aku baca aja sich infonya..:)

        Delete
    14. Kelemahan kecap lokal: seringkali ngga ada logo halal MUI nya mbak. Pdhl itu sngat pnting skali.

      ReplyDelete
      Replies
      1. Iya..mungkin pengrajin kecil gt..nggak sempat ya mikir2 daftar2 ke MUI..:)

        Delete
    15. Mbak, kalo sy dibekasi suka sm kecap manis cap benteng produksi tangerang. Harumnya lebih enak drpd bango.. tertarik pengen coba kecap cap lele nihhh..

      ReplyDelete
      Replies
      1. Iya..kecap tradisional lebih harum dan gurih biasanya ya Mba..:)
        Ayuk ke Semarang..kalau mau nyicip kecap lele :)

        Delete
    16. Kalo saya setia sama Mirama mbak, manis asin gurih dan wangi berpadu jadi satu. Di Tuban Jatim ada juga kecap lokal yang termahsyur: kecap laron, namanya. Rasanya cenderung manis dan kental. Cocok utk makan sate.
      www.rflxi.blogspot.com

      ReplyDelete
      Replies
      1. Oh iya..Mirama..enak juga Mba Juwita,,aku pernah coba juga..:)

        Delete
    17. Mba nitip dong saya kalo beli kecap lelenya.

      ReplyDelete
      Replies
      1. Boleh Mba Djennia...email aja di bundadidi@gmail.com..tapi akhir bulan ini ya Mba..ini lagi sibuk banget kejar kerjaan..ada deadline..:)

        Delete
    18. di dekat rumahku Cilacap ada home industry kecap Blekok. Jadi kalau lewat dekat Rita pasti tercium harum kecap sampe giung hihi..enak harum kental lebih manis tapi sayang usahanya skrg diambilalih anaknya jadi merk Kuntul dan rasanya berubah. asin :(
      Susi-Cilacap

      ReplyDelete
      Replies
      1. Sayang sekali ya Mba..memang kalau resep beda ya jadi beda hasil dan rasa..suatu produk makanan itu ya.....:)

        Delete
      2. Kecap manis cap abang jual sate atau biasa disebut kecap sate khas probolinggo juga gak kalah enak lho mbak...

        Delete
    19. Mba Diahdidi, boleh nitip kalau beli kecap lele? Jd penasaran.. Saya di depok..

      ReplyDelete
      Replies
      1. Boleh mba..email aja di bundadidi@gmail.com

        Delete
    20. Kecap LOMBOK GANDARIA juga sudah merambah ke semarang dan sekitarnya bersandingan dengan LELE :D, agar masyrakat sini sedikit tau kenapa tengkleng solo, gulai, selat, bakar2an bisa menikmati kecap ini, info terakhir yg kudapat, Sate pak kempleng di ungaran sudah menggunakan kecap LOMBOK GANDARIA, lebih kaget lagi pas saya makan di warung BU TOHA tuntang juga sudah memakai, ternyata ga kalah enak juga sama lele...iya kalo lele sudah lama diminatinya, tp mgkin yang mau coba khas solo boleh juga :D

      ReplyDelete
    21. Kecap Kuntul (dahulu Blekok)
      Jl Kokosan 3
      Cilacap
      Jawa Tengah
      Indonesia

      Telpon: (0282) 535961

      ReplyDelete
    22. Hallo mba diah hehe jd inget jaman kuliah d smrg kalo masak pake kecap lele haha klo d jkt pling enak kecap nasional ya sama kecap tkg2 sate ituu

      ReplyDelete