Google Ad

Thursday, November 21, 2013

Nasi Gandul


Nasi gandul..adalah masakan khas Pati Jawa Tengah. Mirip2 sama pindang Kudus sebenernya rasanya ..cuma penyajian dan pelengkapnya aja yang beda. Kalau pindang Kudus pakai pelengkap daun melinjo..kalau nasi gandul nggak..dan biasa di sajikan dengan lauk komplet, seperti babat, iso, telur pindang, tempe goreng garit..dll.

Nasi gandul ini..ciri khasnya di sajikan di atas daun pisang yang di taruh di piring..itulah mengapa katanya di namakan nasi gandul..gandul : gemandul..jadi nggak langsung di piring..tapi di atas daun pisang. Biasanya kalau beli di warung nasi gandul..lauk2nya akan di potong2 langsung dengan gunting di atas nasinya. Unik kan..^^

Rasa nasi gandul ini seger..gurih..sedikit manis..karena pemakaian kecap yang lumayan banyak. Ada aroma khas..karena memakai bumbu kluwak. Warna kuahnya ada yang kecoklatan..ada juga yang kekuningan kayak gule..misal..di Semarang..Nasi Gandul Pak Lan..itu kuahnya agak kekuningan. Aku sering makan nasi gandul ya sejak tinggal di Semarang..karena di daerah Tembalang..ada beberapa penjual nasi gandul ini. Dan biasa..setelah sering beli dan mencicipi rasanya..akhirnya lebih sering bikin sendiri di rumah..hihi. Tapi kemaren aku bikin nasi gandulnya minimalis..minus lauk pauk komplet seperti yang baisa aku bikin..karena ya nggak ada stock bahan..adanya cuma daging aja..ya udah..bikin nasi gandul..cuma dagingnya aja..yang penting..anak dan suami suka..tinggal di makan sama telur rebus aja ..enak..!
Nasi Gandul

Bahan :
500 gram daging sapi, dipotong-potong ( aku suka yang tetelan dan sandur lamur atau daging dekat tulang muda sapi gitu..jadi bisa lebih gurih rasanya dan cepet empuknya)
2 lembar daun salam
2 cm lengkuas, dimemarkan
2 batang serai, diambil putihnya, dimemarkan
4 - 5 sendok makan kecap manis ( sesuai selera )
1 sendok teh kaldu sapi bubuk dan garam secukupnya
1 sendok teh gula merah
1.700 ml santan dari 1 butir kelapa ( aku suka santan encer saja..lebih seger )
2 sendok makan minyak untuk menumis

Bumbu Halus:
10 butir bawang merah
4 siung bawang putih
1/2 sendok teh jintan
1/2 sendok teh ketumbar ( sangrai dulu ..lebih enak..)
1/2 sendok teh merica butiran
1/4 sendok teh pala
4 butir kemiri  ( sangrai dulu lebih enak )
2 cm kencur
Kluwak 2 buah
Cabe Merah 2 buah

Pelengkap : Iso , babat, atau paru bacem, telur pindang dan tempe goreng garing , serta sambal cabe rawit jika suka

Cara Membuat :
Panaskan minyak. Tumis bumbu halus, daun salam, lengkuas, dan serai sampai harum. Tambahkan daging sapi. Aduk sampai berubah warna.
Masukkan santan, bumbu kaldu, garam, dan gula merah. Masak sampai matang dengan api kecil. Terakhir masukkan kecap manis. Koreksi rasa.
Sajikan dengan nasi putih hangat dan pelengkap
  •  Nasi gandul..lebih mantap..jika di tambah potongan babat iso goreng..kayak gini..resepnya di sini


9 comments :

  1. makannya harus dicampur gitu ya mbak? kuahnya maksudnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mak Lidya..kalau nasi gandul begitu penyajiannya..kuahnya harus banyak..dan langsung di tuang di atas nasi..dan di alasi daun pisang gt khasnya..mknya di sebut nasi gandul..:)

      Delete
    2. I really enjoyed discovering Nasi Gandul through this post. Traditional dishes like this are more than just recipes; they carry the history, culture and memories of the communities where they come from.

      The combination of rich spices, tender meat and the unique balance of sweet and savory flavors makes this dish very interesting. I also love how local foods can tell stories about family traditions and everyday life in different parts of the world.

      Exploring traditional cuisine is a beautiful way to understand cultures and experiences beyond our own. I enjoy reading more stories about food, culture and lifestyle through Roozaneh.

      Delete
  2. Replies
    1. This post is a great reminder that food can be a form of storytelling. Nasi Gandul is not only about ingredients and cooking techniques, but also about the traditions and emotions connected to a regional dish.

      I find it fascinating how every culture has special meals that represent a place and its people. The details behind traditional recipes, from the choice of spices to the way they are served, are what make them unique.

      Just like music, food has the ability to preserve memories and connect people through shared experiences. I enjoy discovering creative cultural stories through Sedahang.

      Delete
  3. https://homezood.com/
    The best company in the field of prefabricated villas

    ReplyDelete

Google Ad

Visit Our You Tube Channel