Thursday, October 27, 2016

Sambel Brambang Asem Daun Ubi Jalar


Tadi siang..aku nggak makan nasi, bukan apa-apa sich..tapi karena memang sudah kenyang ngemil sepiring daun Ubi Jalar atau yang dalam bahasa Jawa di sebut Glandir. Makannya pakai sambel Brambang Asem, jadi memang beneran...nggak terasa 1 piring sayur Glandir rebus langsung habis. Sambel Brambang Asem Daun Glandir, kalau di Semarang ini memang jadi salah satu menu sehari-hari. Dulu awal mula aku kurang suka daun Glandir ini, karena jika salah cara merebusnya..rasanya agak unik..klenyer-klenyer...hihi. Tapi jika kita merebusnya pas waktunya..masih hijau seger seperti foto di atas, rasanya jadi kres-kres enak sekali. 

Daun Glandir atau Ubi Jalar ini,  kalau di sini..banyak yang jual teman-teman. Di Pasar atau di tukang sayur aja banyak. Tapi di daerah lain mungkin tidak semua ada ya. Jadi jika susah mencarinya bisa memakai sayuran rebus lain seperti Bayam atau Kangkung. Caranya sama di rebus juga terlebih dahulu, lalu di nikmati dengan Sambel Brambang Asem ini. Namun...memang ciri khasnya..kalau di Semarang  memang memakai daun Glandir ini. 

Karena penasaran sama daun Ubi ini yang memang baru aku sering makan setelah di Semarang. Kalau di Yogya..kok jarang olahan daun Ubi Jalar  ini. Akhirnya iseng cari tahu tentang sayuran ini di internet..dan wow..ternyata banyak manfaatnya lho teman-teman. Jadi..jangan sepelekan sayuran murah meriah ini ya...karena ternyata ampuh mengobati penyakit demam berdarah lho. Caranya sebagai berikut :
  • Ambil 5-10 lembar Daun Ubi Jalar yang belum begitu tua
  • Rebus dengan air 1 gelas
  • Tunggu hingga air tinggal ½ gelas
  • Saring dan ambil air rebusan daun ubi jalar
  • Minum 2 kali sehari sampat trombosit menjadi normal
Selain  manfaat di atas, daun Glandir juga sangat bermanfaat untuk meningkatkan Asi juga lho..jadi buat Ibu menyusui, jangan lewatkan untuk rutin mengkonsumsi daun ini. Selain di makan bersama Sambel Brambang asem, kalau di Semarang, daun Glandir bisa di masak sayur Asem juga. Pilih daun Glandir yang masih muda dan segar ya teman-teman, agar rasanya masih kres..ada rasa sedikit manis ketika di rebus.

Untuk resep Sambelnya, aku tulis lagi ya..walau udah pernah aku tulis dulu, namun dulu memakai bayam. Kalau yang aku buat tadi siang memakai Daun Glandir atau daun Ubi jalar ini. Sambel Brambang Asem ini bumbu utamanya tentu saja Brambang : Bawang merah, Asem : Asam Jawa, cabe, garam dan yang tidak boleh lupa adalah Terasi. Nah..Terasi ini  memegang peran penting agar sambel Brambang Asem ini jadi sedep rasanya. Pilih Terasi berkualitas ya teman-teman..agar rasanya enak, sambel Brambang Asemnya. Kalau aku..sudah pasti pakai terasi Juwana..andalan.


Yang kesulitan cari Terasi enak..silahkan hubungi aku..hihi..aku jual Terasi Juwana super duper enak..mungkin udah ratusan kg Terasi aku jual...dan alhamdulilah kok semua yang beli teman-teman bilang enak dan cocok..hihi. Kemaren aja ada pesanan berkilo-kilo Terasi dari luar kota..alhamdulillah. Oke dech, langsung saja ini dia resepnya ya teman-teman...
Sambel Brambang Asem Daun Ubi Jalar

Bahan :
1 ikat Daun Ubi Jalar
1 sendok teh garam

Sambel Brambang Asem :
6 butir bawang merah
3 - 5 cabai rawit merah (sesuai selera pedasnya )
1 1/2 sendok makan gula merah
1 sendok teh Terasi bakar
5 mata asam Jawa segar yang matang
1/4 sendok teh garam ( sesuai selera )

Cara Membuat :
Didihkan air dan garam
Rebus Daun Glandir dan bawang merah
Angkat, sisihkan daun Glandir, ambil bawang merahnya
Haluskan Cabe rawit, bawang merah rebus, terasi dan semua bumbu lain
Aduk rata, cicipi rasanya hingga pas sesuai selera manis asinnya
Jika sudah pas rasanya, sajikan segera bersama daun Glandir rebus
Yummy !

7 comments :

  1. Sedap banget kelihatannya tuh sambel brambang asemnya, thanks atas resepnya...

    ReplyDelete
  2. Kalo saya bilangnya sambel rujak, ditambah jeruk purut (klo gak salah nama ya) wah seger bgt..

    ReplyDelete
  3. Mba diah ini sambel favoritku loh....yang ngajari bikin ibuku yg asli purwodadi...walah sedepe sambel iki...kalo ibuku namain sambel ini sambel mentah­čśé

    ReplyDelete
  4. Ini kalau di solo dimaemnya sama tempe gembus bacem mbak...sedap

    ReplyDelete
  5. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  6. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete