Monday, November 30, 2015

Botok Ikan Patin


Happy  Monday..maaf  postingan hari ini rada telat ya teman-teman..saking bingungnya memilih resep-resep yang di kirim teman-teman, akhirnya aku putuskan Minggu ini resep ikan dan seafood dulu ya..karena ternyata banyak banget yang kirim aneka resep ikan. Nanti untuk daging dan ayam, masih tetap lanjut, karena banyaknya kiriman resep yang belum aku coba. Jadi biar nggak bosan ya..menunya..minggu ini ganti ikan dan seafood dulu dech.

Dari berbagai resep olahan ikan yang di kirim teman-teman, aku sangat penasaran dengan olahan ikan patin. karena selama ini aku masih kurang sreg jika masak ikan patin itu. Di rumah kok pada kurang suka. Aku sendiri juga kurang suka. Pernah coba aku goreng atau aku masak sup, jadinya nggak pada di makan. Makanya ketika ada beberapa resep kiriman ikan patin versi lain, aku sangat penasaran mencobanya. 

Resep ikan patin pertama yang aku coba, kiriman mba Sylvana Wibowo dari Sragen. Kata mba Sylvana, menu Botok Patin, adalah salah satu menu yang terkenal di Sragen, dan banyak menjadi favorit banyak orang...hingga para Pejabat lho. Konon menu ini tercipta karena memanfaatkan hasil tangkapan ikan patin yang melimpah di sungai.  Menu ini asal mulanya terkenal di sebuah warung makan di salah satu daerah di kabupaten sragen namanya desa Gawan. Katanya awalnya sih karena warung makan itu dulunya sering menerima ikan-ikan patin yang dijual orang yang banyak terdapat di kali (sungai) Gawan.

Aku penasaran dengan bothok Patin ini, karena beda dengan pepes biasa. Hasil akhir sedikit berkuah, jadi citarasanya mirip garang asem, tapi super pedas. Memang olahan botok patin Sragen ini terkenal sangat pedas. Rasanya seger banget kuahnya..dan ajaib..aku juga lho..hihi. Nggak ada jejak aroma amis ikan patin tertinggal. yang ada aroma khas dan harum, seperti garam asem, tapi minus belimbing wuluh. Rasa kuahnya juga enak..karena bumbu yang sudah tercampur sari pati ikan. Jadi botok ini nggak pakai air, tapi ketika di kukus, akan sedikit berkuah, karena kaldu ikannya keluar bercampur bumbu, rasanya enak banget. Dan yang jelas, pedasnya itu lho..menggugah selera banget.


Kata mba Sylvana, tingkat kepedasan bisa di sesuaikan selera kok. Aku suka pedas, maka untuk satu ekor ikan patin ukuran besar, aku ikut takaran mba Sylvana cabenya. Maka pedanya , mantap...:D
Untuk membuat botok ini aku coba ikut yang versi sehat, jadi ikan patin di kukus, dan bumbu nggak di tumis. Hasilnya kok malah jadi lebih enak dan segar begini. No santan..no minyak..sehat dan enak..siapa yang bisa nolak menu ini.. hayo..? :D. Okey..ini dia resepnya, aku copiin resep kiriman mba Syvana ya teman-teman..:

Resep Botok Patin  ( Resep mba Sylvana Wibowo )

Bahan
- 2 ekor ikan patin (kurang lebih 1kg) potong masing-mading jd 3 bagian ( aku 1 ekor ikan patin besar ku potong jadi 6 bagian, kecil-kecil biar meresap..:D )
- jeruk nipis & garam utk menghilangkan bau amis
- daun pisang & lidi utk membungkus

Bumbu
- 15 buah cabe merah besar
- 10 buah cabe rawit merah
- 8 siung bawang merah
- 5 siung bawang putih
- 5 butir kemiri
- garam secukupnya ( aku 1 1/2 sendok teh )
- gula pasir secukupnya ( aku 2 sendok teh
- penyedap rasa secukupnya bila suka ( aku 1/2 sendok teh kaldu bubuk )
- 8 buah tomat potong-potong
- daun salam
DAun kemangi segenggam ( tambahanku sendiri )

Cara memasak
1. Lumuri ikan patin dg jeruk nipis dan garam utk menghilangkan bau amis, lalu cuci bersih
2. Kukus / goreng sebentar ikan patin (utk mengurangi kolesterol ak lebih suka mengukusnya sebentar, jd tanpa minyak)
3. Haluskan bumbu-bumbu kecuali daun salam. Menghaluskannya tidak perlu sampai lembut, cukup uleg agak kasar aja
4. Campur ikan patin dg bumbu, lalu bungkus dengan daun pisang. Jangan lupa beri sedikit daun salam agar harum
5. Kukus dalam dandang lebih kurang 20-30 menit
6. Sajikan dg nasi putih dan kerupuk


NOTE:
Ada beberapa versi dlm memasak. Semua tergantung selera.
- ikan patin bisa dikukus terlebih dahulu/digoreng setengah matang sblm dibungkus
- bumbu halus bisa ditumis dulu dg sedikit minyak hingga matang / bisa jg mentah langsung dibungkus dg ikan lalu dikukus
- ikan patin bisa jg diganti lele/ayam
- jumlah cabe bisa ditambah/dikurangi sesuai selera menyesuaikan pedasnya.
Okey..selamat mencoba ya teman-teman..jika suka. Beneran, buatku ini cara baru makan ikan patin yang menyenangkan...karena rasanya enak dan beda.



4 comments :

  1. Asslkm..Mba Diah,sy udah praktek botok ikan patin hari ini.. alhamdulillah bener2 maknyuuusss..
    Matursmbhnuwun Mba Diah sayang..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wass mba..alhamdulillah jika sesuai selera ya..iya..suamiku yang biasanya nggak suka ikan patin, kemaren juga jadi suka..:)

      Delete
  2. Haduh..baca nya aja udah nelen ludah.kebayang segernya..apa lg makan nya..hihi

    ReplyDelete
  3. Mbak di, klo d palembang ikan patin paling enak dipepes dg tempoyak segar. Resepnya sederhana bgt padahal, tapi hasilnya Wuihhh.. Rasanya komplit, pedes asem manis asin tempoyak, wangiii...

    ReplyDelete