Friday, April 1, 2016

Mangut Ndas Manyung Ala Pati



Ndas Manyung..bukan kasar ya pengucapannya teman-teman..memang begitulah nama makanan ini di daerah Pantura. *Ndas...dalam bahasa Jawa berarti Kepala. Jadi ini adalah kepala ikan. Tapi bukan kepala ikan yang kecil..tapi agak besar..dan kadang ada yang beneran besar..hihi. Kepala Ikan Manyung ini adalah hasil olahan ikan dari daerah Pantura hingga Semarang dan sekitarnya pun banyak di jumpai bahan makanan ini banyak di jual di pasar. Salah satunya di pasar dekat rumahku..sudah pasti banyak bergelimpangan Ndas Manyung ini di lapak penjual ikan asap. 

Yap..memang Ndas Manyung ini adalah hasil olahan ikan yang di asapin. Ikan manyung Segar yang di potong-potong, kemudian di asapi dengan asap sabut kelapa, sehingga hasilnya jadi kering dan agak mengeras permukaan ikannya dan lebih keset. Tehnik pengasapan ini..membuat ikan lebih awet dan mempunyai aroma yang khas. Kalau daging ikan manyungnya, biasa di potong kecil-kecil, tapi untuk kepala biasanya hanya di belah dua..jadi ukurannya itu..super besar..hihi. Aku kemaren di pasar kok melihat Ndas Manyungnya keliatan fresh dan seger, nggak hitam-hitam ngasapinnya..jadi pengen beli dech. Aku beli ukuran sedang saja sich..lumayan lho harganya..satunya bisa 20 ribu di pasar. Kalau beli mateng..lebih  mahal lagi. Olahan Mangut manyung ini salah satu menu masakan yang terkenal di Semarang..banyak di jual di warung-warung khas rumahan di sini.

Ndas Manyung yang bagus kualitas pengasapannya dan seger itu seperti ini ya teman-teman. Masih keset..mengkilat, aromanya harum khas bau asap, bukan amis.


Nah..kalau Mangut Ndas Manyung ala Semarang sudah sering aku posting ya. Kali ini aku mau buat Mangut Ndas Manyung ala Pati..salah satu daerah di Jawa Tengah yang menghasilkan aneka olahan ikan asap. Di sana juga banyak warung yang terkenal dengan masakan Mangut Pedas Ndas Manyung ini. Kalau di Semarang olahan Mangut Ndas Manyung itu banyak variasinya. Ada yag kuah pucat agak putih, karena bumbu di iris, ada yang kuah merah merona..karena pakai cabai merah yang di ulek...semua sudah sering aku posting. Nah..kali ini aku mencoba olahan Mangut  Ndas Manyung ala Pati. Inspirasinya..waktu melihat proses pembuatan Mangut Ndas Manyung di acara Jejak Si Gundul di tivi. Setelah aku amati..kok bumbunya berbeda dengan yang biasa aku buat. Akhirnya penasaran untuk mencobanya dech di rumah.

Kalau Mangut Ndas Manyung ala Pati, bumbunya itu di ulek semua, dan lebih komplet, pakai kunyit, jahe, dll. Jadi seperti kuah gulai pedas. Warna kuahnya lebih kekuningan karena pemakaian kunyit. Kalau rasa..aku suka semua sich..baik versi Mangut Semarang atau Pati ini, karena masing-masing punya citarasa tersendiri. Biasanya, selain Ndas Manyung, dalam masakan Mangut bisa di tambah tempe, tahu, atau bisa juga sayuran seperti terong. Nah..buat aku yang agak males *mritili daging ikan kepala Manyungnya, biasanya aku cukup makan kuahnya dan tahu atau tempenya..hihi. Nah..Ndas Manyungnya itu jatahnya suamiku..hihi


Kalau di Semarang Mangut Ndas Manyung identik dengan pete, kalau di Pati ngga  pakai. Tapi karena suamiku sukanya Mangut pakai pete..jadi tetep aku tambahin pete..hihi. Ok..ini dia resepnya ya teman-teman jik amau coba..Mangut Ndas Mangut dnegan bumbu versi daerah Pati.

Mangut Ndas Manyung Pedas

Bahan :
2 buah Ndas Manyung ukuran sedang
2 batang serai, memarkan
3 lembar daun jeruk
800 ml santan sedang
1 sendok makan gula merah
1 sendok  teh kaldu sapi dan garam sesuai selera
5 buah tahu kulit, potong serong
1 papan pete ( optional )

Bumbu, ulek kasar :
10 buah cabai merah keriting
10 buah cabai rawit merah ( sesuai selera pedasnya )
8 butir bawang merah
3 siung bawang putih
3 butir kemiri
1 cm jahe
1 cm lengkuas
2 cm kunyit
1/4 sendok teh merica butiran 

Cara Membuat :
Cuci bersih Ndas Manyung, rebus di air mendidih sebentar agar lebih lunak.
Tumis bumbu hingga harum dan matang. Masukkan daun jeruk, serai dan santan
Didihkan. Masukkan Ndas Manyung dan semua bumbu lain
Masak dengan api kecil hingga meresap dan kuah menyusut.
Koreksi rasa
Sajikan hangat dengan nasi putih ngepul..hemmm....! :D




4 comments :

  1. Ini makanan kesukaanku banget, Mbak. Kalo mudik ke Semarang yang pertama kali dicari ya mangut ini, bukan yang lain-lain. Soalnya di Bogor ga ada yang jual ikan spt ini, Mbak. Adanya tongkol asap, rasanya kurang nendang. Coba kalo bisa beli online, aku pesen, Mbak :-)

    Liza

    ReplyDelete
  2. Favoritku n suami mangut ndas manyung.....kalo plg pst yg kubeli dipsr iwak manyung.....

    ReplyDelete
  3. Wow..ndas manyung...sebagai mantunya nalayan ngga aneh lg sama ndas manyung yg dibikin mangut, karna favorit suamiku..malahan suamiku sendiri yg suka blanja ikan dipasar n ngasepin sendiri mba,,,,tuh sampe dirumah sedia''blatokan''. suamiku kan anak nelayan jd tau bgt ikan yg segar n enak buat diasapin. Oh iya, bumbunya sama mba, cuma ada tambahan ketumbar dan jintennya dan ngga pake pete tapi ditaburi kucai..
    Waduuh.kok panjang bener komen nya yak...hehehe..

    ReplyDelete
  4. Halo mbak, salam kenal.
    Saya Leony, akhir2 ini suka mampir ke blognya mbak buat cari2 inspirasi masakan.hihi
    Oh ya aku mau cerita beberapa pengalaman konyol soal masakan. Kemarin aku pingin masak mangut lele. Bumbunya dasarnya mirip dg yg mbak tulis di atas minus cabe2an (supaya balitaku bs ikut makan juga). Ehh.. Setelah mateng jadinya kok opor.haha masih enak n kemakan sih, cuma kesel aja jadinya opor.

    Beberapa hari sebelumnya, aku pingin masak soto semarang yg kuahnya coklat bening n ada bawang putihnya. Googling sana sini, ga banyak sumber nya. Ketemu satu/dua resep dan aku coba resepnya. Eh jadinya soto kudus.. Nasiib deh kebablasan, gara2 bumbunha ada pake kunyit jd kuahnya kuning..hihi

    Kalo ada ksempatan boleh share resep semarangnya ya mbak. Soalnya posisi saya di jakarta, ntar kalo saya hamil lagi trus ngidam soto semarang kan repot, masa harus ke semarang..(alesan, Baru kenal uda ngrayu)

    Oh ya, mertuaku tinggal d smg juga spertinya ga jauh dr tempat mbak, di perum duta bukit mas. Kalo pas kami mudik, suka 'nongkrong' di soto sedeep loh.

    Beuuh, panjang bner postingnya. Skali lg salam kenal ya mbak.

    ReplyDelete