Friday, December 9, 2016

Sambal Goreng Labu & Krecek


Sayur favorit di rumah...Yodha dan Papinya selalu suka..nggak pernah bosan...itu adalah sayur labu. Mau di versi apa aja kok pada suka semua. Kadang di sayur agak encer ringan seperti sayur Labu teman Nasi Liwet atau yang berbumbu pedas seperti yang aku masak ini..semua suka. Yupp..labu siam...atau Jipang..memang luwes di masak sayur santan seperti ini. Rasanya itu lembut enak.

Kali ini aku kombinasikan pakai Rambak Sayur atau Krecek. Kalau di Jateng ini masakan sehari-hari..dan tiap pagi banyak yang jual masakan seperti ini..bisa di makan dengan nasi atau bubur..atau kadang malah buat pelengkap Gudeg ala Semarangan atau Nasi Ayam Semarangan.  Sambel goreng labu ala Semarangan ini kuahnya nggak terlalu merah, tapi agak kekuningan. Rasanya ringan segar, jadi enak juga di makan bersama Lontong atau Ketupat.

Cara agar kuahnya cantik, walau tidak terlalu pedas, cabai merahnya kita rebus terlebih dahulu. Rebus saja sebentar di air yang mendidih. Jangan sampai lembek cabainya ya..cukup sampai berubah warna. Cabainya akan lebih mudah di ulek, dan warna cantik kuning orangenya akan keluar ketika masakan masak. 

Untuk memasak sayur Labu santan seperti ini juga akan lebih enak jika sebagian bumbu di iris, sebagian di ulek. Jadi rasanya ringan segar dan tetap cantik warnanya. Agar lebih sedep bisa di tambahkan Ebi sebagai penyedap. Jika nggak punya krecek atau Rambak..versi murahnya..pakai Tahu pong yang di iris-iris juga enak. Masak dulu sore taau malam, pagi di panasin buat sarapan..bakal tambah meresep bumbunya..enak..!..Beneran..cobain dech teman-teman....

Contoh Rambak Sayur seperti ini ya..ini aku punyanya yang versi Solo. Yang versi Yogya lebih besar-besar..tapi lagi nggak punya stok. Jika pas mudik aja baru bawa beliin pesanan teman-teman dari luar kota. kalau Yang versi Solo ini ada terus stoknya..karena supplier dekat.  Yang versi Solo ini lembut juga seperti rambak Yogya..cuma kecil-kecil bentuknya dan tidak beraturan bentuknya..ada yang agak besar, ada yang kecil-kecil..dan jika di masak seperti di foto sayur Labu ini ya jadinya. Jika versi Semarang beda lagi..bentuknya lembaran besar-besar..hihi. Tapi ya suka-suka ya..semua enak. 

Banyak teman yang sering pesan Rambak ke aku..ada yang maunya Pesan rambak Yogya..ada yang maunya versi Semarang terus..ada yang versi Solo..hihi. Selara masing-masing. Memang rambak ini adanya di Jawa kayaknya ya..jadinya aku sering di pesanin teman yang tinggal di luar Jawa..yang kesulitan cari rambak. Oh iya Rambak ini di buat dari kulit atau kikil sapi yang di olah sedemikian rupa..sehingga sudah berubah jadi semacam kerupuk seperti ini ya teman-teman. Tapi ini beda ya sama kerupuk kulit siap makan. Kalau kerupuk kulit siap makan itu biasanya sudah asin  berbumbu. Kalau Rambak sayur ini masih tawar rasanya.


Oke..langsung saja ini dia resepnya ya teman-teman...
Sayur Labu & Krecek

Bahan :
1 buah Labu Siam ukuran besar, potong korek api kecil
50 gram krecek Solo / jenis yang lain, cuci bersih
800 ml santan sedang
2 lembar daun salam
2 cm lengkuas, memarkan
1/2 sendok makan ebi, rendam air panas hingga mekar
1/2 - 1 sendok makan gula merah / sesuai selera
1 sendok teh kaldu sapi dan garam sesuai selera
6 butir bawang merah, iris tipis
2 siung bawang putih, iris tipis
6 buah cabai merah dan 1 siung bawang putih, rebus sebentar di air mendidih, haluskan

Cara Membuat :
Tumis bawang merah dan bawang putih hingga harum dan matang
Masukkan cabai halus, tumis hingga benar-benar matang
Tuang santan, masukkan bumbu lain
Didihkan
Masukkan Labu dan Rambak
Masak dengan api kecil hingga bumbu meresap
Koreksi rasa
Sajikan



2 comments :

  1. WAH.. jadi pengen pulang kampung ini mba, kangen masakan bunda :)

    ReplyDelete
  2. Masya Allah..mengundang memori/nostalgia. Klo pulkamp ke Jkt Alhamdulillah beli krupuk kulit spt ini dr Padang/Bukittinggi (kt yg jual) di Psr Mayestic/Jaksel mbak. Terimakasih sharingnya..Slm unt Mas Yoda sdh lm tdk muncul ( ada di bbrp videonya..Bagus mbk..smg dia pinter msk..in sya Allah bnyk manfaat ..misalnya sekolah di LN)
    (Salam dr Omi).

    ReplyDelete