Main Menu

Saturday, March 8, 2014

Pindang Daging & Telur Kudus



Pindang Kudus..adalah menu favorit keluargaku yang udah sering aku masak di rumah. Rasanya seger..gurih sedikit manis dengan bumbu khas dari kluwak yang bikin masakan ini sangat sedep dan enak. Biasanya aku masak pindang daging atau pindang ayam..semuanya enak. Di tambah telur coklat..perkedel..tempe goreng dan sambal rawit yag pedas..wuih..enaknya. Tapi kemaren lagi malas masak macam2..jadinya..telur aku jadikan satu sekalian di masak bareng kuah pindangnya..enak juga ternyata..telurnya bisa kecoklatan dan gempi juga kayak di semur. Yodha suka banget. Dah jadi praktis dech sekali masak dapat dua lauk..daging buat suami dan  telur buat Yodha. Yodha emang masih agak susah di suruh makan daging yang nggak di olah..jadi lumayan lah..di makan pakai telurnya dan perkedel..serta kuah pindangnya..dia udah suka banget.

Daging untuk pindang Kudus ini paling enak memakai daging yang berlemak ya teman2..jadi lebih gurih dan sedep rasanya. Ciri khas lain dari pindang Kudus ini yang membedakan dengan rawon adalah memakai santan dan daun so. Aroma daun so inilah yang membuat aroma pindang Kudus tambah sedap dan enak. Selamat mencoba ya teman..jika suka..^^
Pindang Daging & Telur

Bahan :
500 gram daging tetelan, potong2
3 butir telur rebus, kupas
30 gram daun so / melinjo
1500 ml santan sedang dari 1/2 butir kelapa
Garam / kaldu bubuk sapi secukupnya
Gula merah 1 sendok makan ( sesuai selera )
2 lembar daun salam
2 cm lengkuas, memarkan
1 batang serai,  memarkan
Kecap manis jika suka untuk penyajian

Bumbu halus :
8 butir bawang merah
3 siung bawang putih
1 sendok teh ketumbar
4 butir kemiri
1 cm kencur
1 cm jahe
1/4 sendok teh terasi bakar / goreng
3 buah kluwak

Cara Membuat :
Tumis bumbu halus hingga harum, masukkan santan dan bumbu2 lain. Masukkan daging dan telur rebus, masak hingga bumbu meresap dengan api kecil selama kurang lebih satu jam. Jangan lupa cicipin rasanya ya..sebelum di angkat. Sajikan dengan kecap, perkedel atau tempe goreng, sambal dan kerupuk udang. Buat anak2 jika suka bisa di tambahkan kecap manis, rasanya lebih enak.

9 comments:

  1. Mba DI klo pake kluwek rasanya kan agak pahit yaa kuahnya, & klo yg blum biasa makan mgkn aneh rasanya tp klo yg pny lidah jowo pst enak2 aja kali yaa.. mbak itu kluweknya mksudnya 3 buah yg besar2 itu yaa apa cm diambil bijinya doang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Seharusnya sich kluwak nggak pahit semua Mba Nadia..mungkin kalau pahit itu dapat yang nggak bagus. Aku kalau pakai kluwak selalu milih dan aku cicipin dulu mba. rasa kluwak yang bagus itu khas..tapi bukan pahit dan jika kluwaknya nggak pahit ya..masakan nggak bakal pahit. Iya yang di ambil isi dalam kluwaknya itu lho Mba..yang lembek. Atau jika sudah kering..di rendam dulu di air panas..tips memilih kluwak bisa di liat di sini ya :http://www.diahdidi.com/2013/11/kluwaksalah-satu-bumbu-dapur-favoritku.html

      Delete
    2. Kluwek pahit biasanya karena kurang tua mbak. Sekarang tambah sulit cari kluwek yg bagus.

      Delete
  2. Masukin daun so-nya kapan ya , mbk ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pas terakhir Mba Yeni..ketika daging udah empuk..lupa nulis ya..hihi

      Delete
  3. Oh ok , iya lupa ditulis mbk .. Hehe . Aku lihat fotonya smp ngiler banget lhoo .. Menggiurkan sekali ! ;-)

    ReplyDelete
  4. mbak, salam kenal suka bikin masakan niru resep2 dari mbake soalnya simple n gampang diikuti.mau tanya bedanya ama brongkos apa ya??kok tak baca2 mirip gitu ya? salam ibukeathallah :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mirip Mba memang..tapi ini pakai daun so..dan bahannya daging aja...atau ayam..:)

      Delete